Selasa, 20 September 2011

Malapetaka Postmodern

Malapetaka Postmoderinisme

Malapetaka modern yang mengarah pada kerusakan dan kemerosotan kemanusiaan dapat di kelompokkan dalam dua judul pokok(1)system social,(2)system intelektual.Dalam kedua system social yang di luar tampak bertentangan ini yang merangkul manusia baru atau mengundang manusia kedalam rangkulannya ,sangat terasa sekali adanya kenyataan bahwa manusia suatu esensi utama dan supra materi secara tragis telah di lupakan.

Kedua system social ini –kapitalisme dan komunisme –walaupun berbeda dalam bentuk lahirnya ,menganggap manusia sebagai binatang ekonomis (economic animal).Penampilan mereka yang berbeda mencerminkan persoalan siapa di antara mereka yang lebih sukses dalam memenuhi kebutuhan binatang ini.

Ekonomisme adalah prinsip dasar filsafat kehidupan dalam masyarakat kapitalis industri barat,tepat seperti yang di katakan Francis Bacon :”Ilmu meninggalkan pencarian kebenaran ,dan beralih mencari kekuatan”.

“kebetulan-kebetulan”material yang di timbulkan setiap hari dan yang secara berangsur-angsur semakin besar (sehingga lingkup konsumsi dapat di perbesar dalam kuantitas.kualitas dan juga variasi ,agar mesin-mesin produksi raksasa dapat di beri makan selagi mereka berpacu dalam kesintingan),mengubah orang-orang menjadi penyembah konsumsi.Setiap hari beban yang semakin berat di timpakan pada khalayak ramai ,sehingga keajaiban teknologi modern yang seharusnya telah membebaskan umat manusia dari perbudakan kerja jasmani dan menambah waktu santai ,ternyata tak berbuat demikian .Begitu cepat kebutuhan material artificial melampaui kecepatan teknologi produksi yang sudah sedemikian hebat itu.Tiap hari kemanusiaan semakin terserat kearah pengasingan ,lebih tenggelam dalam pusaran gila kecepatan yang memaksa .Bukan saja tidak ada waktu untuk menumbuhkan nilai kemanusiaan ,keluhuran moral dan kepekaan ruhaniah,makhluk ini malahan tenggelam dalam bekerja untuk mengonsumsi dan mengonsumsi untuk bekerja.Penyelaman kedalam persaingan edan mengejar kemewahan dan penyimpangan ini telah menyebabkan nilai tradisional merosot dan juga menghilang.


Dalam masyarakat komunis kita dapatkan hal serupa –nilai moral kemanusiaan terus menurun .Banyak kaum intelektual merenungkan kontras ekonomi dan politis antara masyarakat komunis dan kapitalis .Mereka menganggap komunis berbeda dengan capitalis dalam hal antropologi,filsafat kehidupan dan humanisme .Tetapi kita lihat jelas bahwa masyarakat komunis ,walaupun telah mencapai tahap pertumbuhan ekonomi yang relative maju ,amat menyerupai borjuis barat dalam hal perilaku social,psikologi social ,pandangan individual ,filsafat hidup dan tabiat kemanusiaan.Yang sedang di perselisihkan dalam masyarakat komunis sekarang dengan nama Fourierisme[1],emboorgoisement(pemborjuisan),dan bahkan liberalisme tidak lain dari pada suatu orientasi kepada manusia barat kontemporer .Perhatian yang kuat terhadap mode dan kemewahan yang sekarang merata ,baik dalam kehidupan individu maupun dalam system produksi Negara ,muncul dari kenyataan bahwa pada akhirnya masyarakat marxis dan kapitalis mempersembahkan satu jenis manusia yang sama bagi pasaran sejarah kemanusiaan.

Demokrasi dan liberalisme Barat-sesuci apapun keduanya di sebut0sebut dalam teori-pada prakteknya tak lebih dari pada kesempatan gratis untuk makin memamerkan semangat ini,dan untuk menciptakan secara makin cepat dan kasar suatu arena bagi kekuatan-kekuatan yang haus akan keuntungan ,yang di tugaskan untuk mengubah manusia menjadi binatang ekonomis yang konsumtif.

Jadi sekarang kita lihat adanya kapitalisme Negara dengan sosialisme ,dictator Pemerintahan dengan nama “kediktatoran proletar’,tunggal fanatisme kepercayaan dengan nama “materialisme dialektis”diamat[2] dan akhirnya ,kepercayaan pada prinsip mekanisme dan ekonomisme demi pencapaian kekayaan ekonomi secepatnya ,agar segera melewati sosialisme menuju komunisme.Semuanya ini adalah beban yang menimpa kemanusiaan atas nama kemauan suci ,bebas dan kreatif ;serta mencampakkan kemanusiaan-seakan akan sebagai suatu benda social –kedalam organisasi yang kasar ,tetapi serba melingkupi –yaitu kedalam suasana yang paling nyata dari pengasingan politis dan intelektual,sama seperti yang di bicarakan Marx dalam hubungannya manusia borjuis.

            Materialisme pada umumnya mengakui kenyataan (materi) yang secara obyektif riil tak tergantung dari kesadaran, dari perasaan, dari pengalaman dll. daripada umat manusia. Materialisme historis mengakui kehidupan sosial tak tergantung dari kesadaran sosial  umat manuisa. Kesadaran baik di sana maupun di sini adalah hanya cerminan daripada kenyataan, paling-paling cerminannya hanya mendekati ketepatan (yang adekwatif, yang secara idiil tepat). Di dalam filsafat Marxisme itu, yang dituang dari sebungkal baja, tidak bisa diambil baik pangkal dasarnya, maupun bagiannya yang penting, tanpa menghindarkan diri dari kebenaran obyektif, tanpa terperosok ke dalam pelukan tipuan burjuasi reaksioner.



[1] Turunan(transkip) harfiahnya disni adalah”furalisme”,kami duga bahwa mungkin kata yang di maksud adalah “formalisme”

[2] Diamat;suatu singkatan dari “dialectical materialism”,yakni materialisme yang merupakan”prinsip kepercayaan yang harus mendasari pendidikan kaum muda,penyelidikan ilmiah,kesusasteraan dan seni,filsafat serta pandangan ilmiah”.Dengan kata lain,materialisme adalah semacam peraturan relijius tanpa agama

Penanaman agama pada anak

Anak adalah anugerah dari Allah yang harus dijaga. Ia tentunya memiliki berbagai potensi latent untuk dikembangkan. Diantaranya adalah potensi jasmani yang berkaitan dengan kemampuan motorik dan juga potensi rohani yang berkaitan dengan intelektual maupun spiritual.
Pada mulanya seorang bayi atau anak-anak belum mengenal agama. Oleh karena itu orang tua berkewajiban untuk mengembangkan kemampuan potensial (laten) anak, yang berupa pendengaran, penglihatan, dan hati nuraninya untuk mengetahui dan mengerti tugas dan kewajiban hidup, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai agama Islam.
كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه

Artinya :
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci, bersih) maka orang tualah yang akan menjadikannya yahudi, nasrani, maupun majusi.
(HR Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan dari hadits diatas adalah bahwa :
  • Anak yang baru dilahirkan belum memiliki pengetahuan apa-apa, bahkan ia masih suci bersih.
  • Pendidikan orang tua di rumah / dalam keluarga sangat menentukan agama atau pandangan hidup anak.
Mengapa anak yang baru dilahirkan (masih dalam buaian ibunya) dan tidak berdaya dituntut mencari ilmu ?
Perintah menuntut ilmu kepada anak-anak, sebenarnya ditujukan kepada para orang tua. Orang tua wajib mendidik anaknya agar mereka kelak menjadi anak yang shaleh dalam menjalankan perintah agama yaitu anak mengabdi kepada Allah SWT, menta’ati Rasuln-Nya, berbakti kepada orang tua, hormat dan menghargai guru, berguna bagi agama dan masyarakat, serta menjadi rahmat bagi alam.
Bagaimana anak-anak mengenal tuhan dan kapan perasaan ketuhanan tumbuh pada diri anak-anak ?
Tuhan bagi anak-anak adalah suatu yang asing, mereka sama sekali tidak pernah berpikir tentang tuhan. Pada umumnya mereka belum memiliki kemampuan untuk memfungsikan pikiran dan hati nurani untuk mengenal tuhan, karena :
  • Tuhan bagi anak-anak merupakan suatu yang asing
  • Tuhan tidak berada pada dunia kongkrit, melainkan pada dunia yang abstrak
  • Anak-anak masih menggunakan cara berpikir kongkrit atau belum mampu berpikir abstrak
  • Pengetahuan dan perhatian anak-anak hanya terbatas, pada hal-hal yang dapat ditangkap dengan panca inderanya.
Menurut Daradjat, ”anak-anak mengenal tuhan melalui bahasa”, meskipun anak-anak belum bisa bicara. Tetapi ia sudah memiliki kemampuan mendengar dan melihat. Anak-anak mengenal Tuhan melalui orang tuanya dan kemudian melalui lingkungannya.
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengenalkan tuhan kepada anak antara lain :
  1. Melalui kegiatan bermain, seperti bernyanyi, deklamasi, membaca puisi dan permainan lain yang di dalamnya memuat isi pesan adanya tuhan
  2. Melalui kegiatan karya wisata atau tadabur alam untuk mengenal keindahan alam ciptaan tuhan.
  3. Melalui cerita, dengan memperkenalkan sifat-sifat tuhan yang maha pengasih serta penyayang, dan sifat-sifat baik lainnya, atau menceritakan tentang kebaikan dan pertolongan tuhan kepada orang-orang yang sholeh ketika mendapatkan kesulitan, atau cerita lainnya yang memuat isi pesan ketuhanan
  4. Melalui tauladan, dimana guru kerap berzikir menyabut nama-Nya dalam setiap kesempatan, seperti selalu membaca basmalah sebelum melakukan berbagai kegiatan, dan mengucapkan hamdalah sesudahnya, serta mengucapkan kalimat tauhid lainnya.
  5. Melalui pembiasaan yang diterapkan kepada anak pada setiap kegiatan dengan berdo’a atau berdzikir sebelum dan sesudah melakukan berbagai kegiatan, seperti sebelum dan sesudah makan, minum, belajar, bermain, bekerja, berpakaian dan lain-lain.
  6. Melalui anjuran untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT, setiap menerima kegembiraan, bersabar dan berdo’a kepada-Nya ketika menerima kegagalan dan cobaan.
  7. Melalui permainan peran sebagai tokoh yang baik, bijak, shaleh dan selalu berdo’a kepada Allah SWT, dan selalu mendapatkan pertolongannya.

Pemeliharaan, perawatan dan pendidikan anak merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh kedua orang tua dan para pendidik. Lantaran anak-anak merupakan cikal bakal generasi penerus dari sebuah bangsa dan sekaligus merupakan sebuah amanat dari Allah SWT yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu sebagai ujian dan (cobaan) dan sesungguhnya di sisi Allah lah yang besar". (QS. Al-Anfal: 28)
Dalam siklus kehidupan manusia, masa kanak-kanak merupakan periode yang paling penting, namun sekaligus juga merupakan periode yang memerlukan perhatian dan kesungguhan dari pihak-pihak yang bertanggungjawab mengenai kehidupan anak-anak.
Masa kanak-kanak merupakan sebuah periode pembentukan watak, kepribadian dan karakter dari seorang manusia agar mereka tidak memiliki kekuatan dan kemampuan serta mampu berdiri tegak dalam meniti kehidupan. Oleh sebab itu kedua orang tua dan pendidik dituntut untuk memenuhi kebutuhan anak-anak agar mereka terpelihara serta dapat menerapkan semua petunjuk dan pedoman yang diberikan kepada mereka untuk bekal kehidupan kelak dikemudian hari.
Proses pemeliharaan, perawatan dan pendidikan anak sebenarnya sama halnya dengan menabur benih, jika cara menabur benih tersebut dilakukan dengan benar di atas lahan pertanian yang subur pula, maka tentunya akan menghasilkan tanaman dan buah yang baik pula. Demikian pula pendidikan yang baik, lurus dan mulia akan menghasilkan generasi yang baik, lurus, dan mulia pula. Dan sebaliknya pendidikan yang sesaat, keliru dan tidak bertanggungjawab akan menghasilkan suatu generasi penerus dan tidak dapat diharapkan.
Pemikiran sosial dalam Islam setuju dengan sosial modern yang mengatakan bahwa keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya sebagian besar bersifat hubungan-hubungan langsung. Di sinilah berkembang individu dan terbentuknya tahap-tahap awal proses pemasyarakatan dan melalui interaksi dengannya ia memperoleh keterampilan, minat, nilai-nilai emosi dan sikapnya dalam hidup. Dengan itu ia memperoleh ketenteraman dan ketenangan.
Berkenaan dengan pendidikan dikemukakan antara lain sebagai berikut; ‘’pendidikan berlangsung seumur hidup dan di laksanakan di dalam lingkungan, rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggungjawab antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Tanggungjawab pendidik diselenggarakan dengan kewajiban mendidik.secara umum mendidik ialah membantu anak didik di dalam perkembangan dari daya-dayanya dan di dalam penetapan nilai-nilai. Bantuan atau bimbingan itu dilakukan dalam pergaulan antara pendidik dan anak didik dalam situasi pendidikan yang terdapat dalam lingkungan rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.Bimbingan itu adalah aktif dan pasif. Dikatakan "pasif” artinya sipendidik tidak mendahului "masa peka" akan tetapi menunggu dengan seksama dan sabar. Sedangkan bimbingan aktif terletak di dalam ; (a) pengembangan daya-daya yang sedang mengalami masa pekanya (b) pemberian pengetahuan dan kecakapan yang penting untuk masa depan si anak dan (c) membangkitkan motif-motif yang dapat menggerakkan sianak untuk berbuat sesuai dengan tujuan hidupnya.
Pemberian bimbingan ini dilakukan oleh orang tua di dalam lingkungan rumah tangga, para guru di dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Sedangkan pendidikan Islam adalah mengembangkan atau membantu tumbuh suburnya agama tersebut pada manusia (anak), dalam pengertian bagaimana pendidik agama membelajarkan anak, agar mereka mampu mengaktualkan imannya melalui amal-amal saleh untuk mencapai prestasi iman (taqwa).
Pendekatan keagamaan dalam pendidikan anak dimaksudkan adalah bagaimana cara pendidik memproses anak didik melalui kegiatan bimbingan, latihan atau pengajaran keagamaan, termasuk di dalamnya mengarahkan, mendorong dan memberi semangat kepada anak agar taat dan mempunyai cita rasa beragama Islam, untuk mencapai tujuan pendidikan pada anak TK tersebut.
Menurut Zakiah Daradjat (1976), bahwa perkembangan agama pada anak sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang di laluinya terutama pada masa-masa pertumbuhan yang pertama (masa anak) dari umur 0-12 tahun. Masa ini merupakan masa yang sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan agama anak untuk masa berikutnya.
Ajaran agama yang diberikan pada anak bukan pengajaran dan pemberian pengertian yang muluk-muluk, karena keterbatasan kemampuan dan kesanggupan anak dalam perbendaharaan bahasa atau kata-kata. Pendidikan keagamaan pada anak lebih bersifat teladan atau peragaan hidup secara riil, dan belajar dengan cara meniru-niru, menyesuaikan dan mengintegrasi diri dalam suatu suasana. Karena itu latihan-latihan keagamaan dan pembiasaannya itulah yang harus lebih ditonjolkan, misalnya latihan ibadah sholat, do'a, membaca Al-Qur'an, menghafalkan ayat-ayat pendek, sholat berjamaah di musholla atau masjid, latihan dan pembiasaan akhlak atau ibadah sosial dan sebagainya. Dengan demikian lama kelamaan anak akan tumbuh rasa senang dan terdorong untuk melakukan ajaran-ajaran agama tanpa ada paksaan atau suruhan dari luar, tetapi justru merupakan dorongan dari dalam dirinya.
Dalam proses pendidikan,metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan karena ia menjadi sarana yang membermaknakan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami atau diserap oleh manusia didik menjadi pengertian-pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya.
Bila metode, cara, tehnik yang digunakan pada lembaga taman kanak-kanak tidak sesuai dengan proses pembelajaran maka tujuan pendidikan untuk mencetak generasi akhlakul karimah tidak akan berhasil.
Berdasarkan pokok pemikiran di atas penulis tertarik untuk meneliti dan mengangkat menjadi skripsi dengan judul "penanaman nilai-nilai agama Islam pada siswa taman kanak-kanak (studi kasus di RA X) dengan alasan sebagai berikut:
1. Fase kanak-kanak merupakan fase yang paling baik untuk menerapkan dasar-dasar hidup beragama, oleh karena itu penanaman nilai-nilai yang baik sangat dibutuhkan oleh manusia kapanpun dan di manapun.
2. Untuk menciptakan pribadi seorang anak yang shaleh dan shalehah, maka dibutuhkan cara-cara metode yang sesuai dengan kebutuhan anak tersebut.
3. Setiap lembaga mempunyai fungsi dan tujuan dalam melaksanakan proses pendidikannya, adapun fungsi utama pendidikan itu adalah untuk menumbuhkan kreatifitas peserta pendidik dan menanamkan nilai yang baik karena itu tujuan akhir pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi kreatif peserta didik agar menjadi manusia yang baik, menurut pandangan manusia dan Tuhan Yang Maha Esa.

B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalah fahaman dalam memahami judul skripsi ini, penulis perlu menjelaskan beberapa istilah yang digunakan yaitu:
1. Penanaman, penanaman adalah proses (perbuatan, cara) menanamkan.
Jadi yang dimaksud penanaman di sisni adalah bagaimana usaha seorang guru menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak didiknya yang dilandasi oleh pemahaman terhadap berbagai kondisi pembelajaran yang berbeda-beda.
2. Nilai Agama Islam
Nilai adalah seperangkat keyakinan atau perasaan yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak yang khusus kepada pola pemikiran keterikatan atau perilaku.
Jadi nilai agama Islam adalah seperangkat keyakinan yang memberikan corak yang khusus kepada pola pemikiran yang bersumber pada ajaran agama Islam.
3. Taman Kanak-Kanak
Taman Kanak-Kanak adalah jenjang pendidikan pra sekolah untuk anak-anak (yang berumur 3-6 tahun).

C. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah dan penegasan istilah seperti dikemukan di atas, maka pokok permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini adalah:
1. Bagaimana proses penanaman nilai-nilai agama Islam di Taman Kanak-Kanak?
2. Bagaimana metode penanaman nilai-nilai agama Islam di Taman Kanak-Kanak?
3. Bagaimana hasil dari penggunaan metode penanaman nilai-nilai agama Islam?

D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian adalah:
1. Untuk mengetahui proses penanaman nilai-nilai agama Islam di Taman Kanak-Kanak.
2. Untuk mengetahui metode apa yang digunakan dalam penanaman nilai agama Islam di Taman Kanak-Kanak.
3. Untuk mengetahui hasil dari penggunaan metode penanaman nilai-nilai agama Islam.

E. Metodologi Penelitian
Adapun mengenai sumber data yang digunakan pada metodologi penelitian, penulis membaginya dalam dua bagian:
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara lansung dari masyarakat, baik yang dilakukan secara wawancara observasi dan alat lainnya. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang tinjauan historis, sarana dan prasarana, keadaan gedung, guru siswa dan karyawan.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari bahan kepustakaan yang merupakan data penunjang sebagai data pendukung sebagai bahan perbandingan, penjelasan atau analisis yang dianggap relevan dengan kajian ini. Sumber sekunder yang dimaksud adalah buku-buku atau bentuk karya tulis lain yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai agama Islam.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah sebagai berikut:
a. Proses penanaman nilai-nilai agama Islam di Taman Kanak-Kanak, meliputi pengembangan agama Islam di Raudlatul athfal, metode penanaman nilai-nilai agama Islam.
b. Hasil penggunaan metode penanaman nilai-nilai agama Islam.

F. Metode Penelitian
Ada dua metode dalam penulisan penelitian ini, yaitu:
1. Metode Pengumpulan Data
Ada dua metode yang dipakai penulis dalam mengumpulkan data yang pertama library research, salah satu yang perlu dilakukan dalam persiapan penelitian adalah mendayagunakan sumber informasi yang terdapat di perpustakaan dan juga informasi yang tersedia. Pemamfaatan perpustakaan ini diperlukan baik untuk penelitian lapangan maupun penelitian bahan dokumentasi (data sekunder). Tidak mungkin suatu poenelitian dapat dilakukan dengan baik tanpa orientasi pendahuluan di perpustakaan. Dalam hal ini penulis akan memanfaatkan sumber informasi yang terdapat di perpustakaan yang berupa: buku-buku ilmiah, majalah dan lain sebainya yang ada kaitannya dengan nilai-nilai agama Islam. Field research yaitu data yang diambil dari lapangan dengan menggunakan metode:
a. Metode Observasi
Observasi adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap objek. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Metode observasi ini peneliti gunakan untuk mengetahui proses penanaman nilai-nilai agama Islam di RA X.
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.19 Interviu ini penulis gunakan untuk menambah keterangan/informasi tentang bagaimana metode penanaman nilai-nilai agama Islam. Interviu ini peneliti lakukan dengan guru-guru di RA X.
c. Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger agenda dan sebagainya.
Metode ini peneliti pergunakan untuk mendapatkan keterangan RA X, yang meliputi tinjauan historis, letak geografis, struktur organisasi, keadaan para pengajar dan siswa, serta sarana dan prasarana.
2. Metode Analisis Data
Setelah penulis mengumpulkan data, maka tahap berikutnya adalah analisis data.
Adapun metode yang penulis gunakan adalah:
a. Metode induktif yaitu suatu analisa dengan mengambil kesimpulan dimulai dari pernyataan atau fakta khusus menuju umum.
b. Metode deduktif yaitu menarik kesimpulan dimulai dari pernyataan untuk menuju pernyataan khusus dengan menggunakan penalaran.
c. Metode Diskriptif yaitu representasi obyektif terhadap fenomena yang ditangkap. Metode tersebut menuturkan dan mentafsirkan data yang ada, data yang mula-mula dikumpulkan, disusun, dijelaskan dan dinalisis.
Yang penulis maksudkan di sini adalah menggambarkan serta menjelaskan tentang metode yang digunakan dan hasil penggunaan dari metode dalam penanaman nilai agama Islam.
Orang tua berperan membentuk pribadi anggota keluarga terutama anak. Usaha membimbing, mengarahkan, dan memperbaiki perilaku anak merupakan perilaku orang tua yang disengaja. Peran ini berlangsung melalui interaksi didalam keluarga. Penanaman nilai dalam keluarga pada umumnya menjadi komitmen bagi orang tua. Hal ini akan dilakukan dengan cara pemberian pendidikan atau bimbingan yang berkenaan dengan penanaman nilai bagi anak. Permasalahannya yaitu, (1) Peran apa saja yang dilakukan oleh orang tua dalam penanaman nilai agama, nilai budi pekerti dan nilai sosial dan (2) Faktor apa yang menghambat dan mendukung dalam pelaksanaan penanaman nilai agama, nilai budi pekerti dan nilai sosial bagi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran apa saja yang dilakukan oleh orang tua dalam penanaman nilai agama, nilai budi pekerti, dan nilai sosial bagi anak di Desa Kedungsari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat dan mendukung dalam pelaksanaan penanaman nilai agama, nilai budi pekerti, dan nilai sosial bagi anak di Desa Kedungsari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Lokasi penelitian dilakukan di desa Kedungsari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal. Fokus penelitiannya tentang penanaman nilai agama, budi pekerti dan sosial. Subjek penelitian pada para orang tua dan beberapa tokoh masyarakat dan aparat desa. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data penyajian data dan simpulan atau verifikasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagian besar orang tua di Desa Kedungsari Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal sudah melaksanakan penanaman nilai agama, nilai budi pekerti dan nilai sosial bagi anak-anaknya. Berdasarkan abstraksi di atas, diharapkan agar kajian penelitian ini memberikan bekal kepada masyarakat agar dapat menjalankan nilai agama, budi pekerti dan nilai sosial. Selain itu anak-anak juga sudah memiliki prilaku yang baik hasil dari bimbingan yang diberikan orang tuanya.


Penelitian menghasilkan temuan

Penelitian menghasilkan temuan sebagai berikut: (1) Strategi pengorganisaian isi dilaksanakan dengan mengadaptasi dan memilih isi pembelajaran berupa tema. Tema-tema yang digunakan dekat dengan keseharian siswa antara lain; diri sendiri, keluarga, makanan, kegemaran, pengalaman, lingkungan, hewan dan tumbuhan. Keterpaduan yang diterapkan adalah keterpaduan sebagian (campuran), terkadang masih menggunakan pendekatan bidang studi. Terhadap isi pembelajaran yang tidak dapat dipadukan, ditetapkan pembelajarannya secara terpisah. Cara mengorganisasi isi pembelajaran dengan tema adalah: menentukan tema, membuat jaring laba-laba dengan tema, menjabarkan isi bahan terjaring, dan mengurutkan isi pelajaran menjadi isi sub tema perminggu. (2) Strategi penyampaian pembelajaran tematik dilaksanakan dengan memanfaatkan semua dimensi sumber belajar (orang, bahan, pesan,alat, teknik, dan setting); penugasan guru wali kelas sebagai guru tematik; interaksi siswa dengan dimensi media terjadi secara intensif dan wajar sepanjang proses pembelajaran melalui berbagai metode. Bentuk pembelajaran yang dilakukan adalah klasikal, kelompok kecil, dan individual. (3) Strategi pengelolaan dilaksanakan dengan menjadikan salah satu matapelajaran terkait sebagai senter bagi mata-mata pelajaran yang lain dengan penyesuaian jadwal dan waktu yang tersedia. Pencatatan kemajuan belajar ditulis secara berkala dan rapi. Guru mengelola motivasi siswa dengan berbagai cara, dan yang khas adalah pemberian simbol penghargaan "tanda poin bintang" atas keberhasilan yang ditunjukkan siswa. Kontrol belajar yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain memberi perhatian serta kebebasan-kebebasan tertentu dalam menentukan aktivitas belajarnya secara bertanggung jawab. (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran tematik antara lain: Dari sisi guru (persepsi, pemahaman dan artikulasi, semangat, kiat, dan keterampilan); kebijakan-kebijakan terkait, baik yang bersifat nasional maupun institusional; karakteristik mata-mata pelajaran yang sangat bervariasi dan sulit dipadukan; ketersediaan fasilitas pendukung; kemampuan siswa yang bervariasi; jadwal waktu dan tempat pembelajaran; jumlah rombongan belajar dalam kelas.
Temuan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu referensi untuk mengembangkan strategi pembelajaran tematik di masa yang akan datang. Dengan perencanaan dan pelaksanaan strategi yang baik, pencapaian tujuan

Agama sebagai sumber perpecahan

Agama mungkin menjadi bibit perpecahan dan peperangan antara sesama penduduk sesuatu negara.Sering kita dengar bahwa di India terjadi bentrokan besar-besaran antara umat Hindu dan Umat Islam .Umat Hindu menganggap sapi sebagai binatang suci,yang tidak boleh di ganggu ,di pekerjakan apalagi di sembelih dan di makan.Umat Islam memandangnya sebagai binatang yang harus di manfaatkan ,apalagi di sembelih untuk korbanTerjadilah tiap-tiap Hari Raya Korban ,bentrokan yang memakan jiwa yang tidak sedikit.
Akan tetapi agama  itu di bagi dua menurut ahli Perbandingan Agama yaitu Natural Religion(agama alam) dan Revealead Realigion(agama yang di wahyukan .Agama yang di wahyukan ialah agama Yahudi,kemudian agama Kristen dan akhirnya agama Islam.Selain ketiga agama itu di namakan Agama Alam.
Dengan Begitu ,sebagai di katakan oleh Prof.Alfred Guillaume dari Universitas London dalam bukunya Islam:
"From the rapid glance at the teaching of the Koran as compared with Christiany it can be seen that the difference between them lies rather in what Islam denies than in what it affirms.It is agreed that God is the creator of the universe,that Jesus was miraculously born of a pure virgin,and that he ascended into heaven.It is agreed that is a holy spirit,that God will forgive men's sins and grant them overlasting life if they obey his revealed will.(With the nagations we are not here concerned)'
"In conclusion one cannot refrain from saying that the Moslem doctrine of God in philosophical theology is not far removed from the Christian system until the crucial question of the Trinity comes into question.

Artinya:"Dari tinjauan selayang pandang terhadap ajaran Quran di bandingkan dengan agama Kristen ,dapat di katakan bahwa perbedaan di antara kedua agama itu terletak dalam hal-hal yang di ingkari oleh Islam lebih banyak dari pada hal-hal yang diakui Islam.Kedua agama setuju bahwa Allah itu yang menciptakan alam ,bahwa Yesus di lahirkan oleh perawan Maryam secara ajaib,dan bahwa ia(Yesus) di naikkan ke Surga .Kedua agama mengakui adanya Ruhul Kudus dan mengakui bahwa ALLAH akan mengampuni dosa manusia dan menganugerahkan mereka hidup yang kekal jika mereka mengikuti perintah-perintahnya yang di wahyukan Kami,(Alfred Guillaume),tidak membicarakan hal-hal yang di ingkari Islam di sini."
"Sebagai konklusi kami dapat mengatakan bahwa doktrin-doktrin Islam mengenai Tuhan dalam Falsafah Ketuhanan tidak sangat jauh dari ajaran Kristen sampai soal Trinitas di bicarakan"
Profesor Alfred Guillaume dalam buku tersebut berkata:"With the negations we are not here concered".Kita tidak akan membicarakan hal-hal yang di ingkari oleh Quran.

Minggu, 21 Agustus 2011

Laporan individu kkn

“Laporan Individu”

PENANAMAN SINERGITAS MORAL AGAMA DAN PANCASILA DALAM MENGHADAPI ARUS GLOBALISASI PADA SISWA SISWI SDN TAMAN ASRI KEC. BARADATU KAB. WAY KANAN



Disusun Oleh:
Nama              :           Gesit Yudha
Npm                :           0831010020
Semester         :           VI I(Tujuh)
Fakultas         :           Ushuluddin
Jurusan          :           Aqidah Filsafat
DPL                :           Safari Daud M.Sos I



iain warna










INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
RADEN INTAN LAMPUNG
2011
































KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim.
            Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan kasih sayang dan Ridhonya, sehingga tugas laporan Individu  ini dapat terselesaikan juga. Tak lupa pula shalawat beserta  salam semoga selalu kita sanjung agungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan para pengikut-pengikutnya yang senantiasa istiqomah dalam menegakkan risalah Islam dimuka bumi ini dan mengharapakan syafaat Rasulullah di akhirat kelak.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari banyak terdapat kekurangan dan kesalahan, oleh sebab itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan oleh penulis, untuk perbaikan selanjutnya.

Dan akhirnya, penulis menghaturkan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta berperan dalam penulisan dan penyusunan laporan ini terutama kepada :
1.      Dr. H. Moh. Mukri, MA.g selaku Rektor IAIN Raden Intan Lampung
2.      Drs. Nasrudin, M. Ag selaku ketua panitia pelaksanaan KKN beserta staf
3.      Dosen pembimbing lapangan kampung Bengkulu Rejo, Bapak Safari Daud M,Sos I
4.      Kepala Kelurahan ,Ibu Desta Budi Rahayu N.S.STP beserta aparat pemerintahan Kelurahan Taman Asri
5.      Kedua orang tua penulis, yang secara tidak langsung dapat menghantarkan penulis kepada program institut KKN
6.      Kepada seluruh masyarakat kelurahan taman asri, yang telah banyak membantu dalam merealisasikan program KKN, baik moril maupun material
Mudah-mudahan seluruh bantuan dari semua pihak diatas, semoga segala amal perbuatan terdapat diterima dan dibalas Allah swt sebagai amal shaleh.
                                                                        Bandar lampung , 20 agustus 2011
Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... ii
KATA PENGANTAR................................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iv

BAB I PENDAHULUAN
A.                  Latar Belakang Masalah................................................................ 1
B.                   Permasalahan................................................................................. 2
C.                   Fokus Masalah............................................................................... 3

BAB II KONDISI OBJEKTIF KELURAHAN TAMAN ASRI
A.                  Bidang Pemerintahan.................................................................... 4
B.                   Bidang Pembangunan.................................................................... 11
C.                   Bidang kemasyarakatan................................................................. 19
D.                  Keadaan Awal Bidang Garapan.................................................... 22

BAB III METODOLOGI
A.                  Jenis dan Sifat Penelitian............................................................... 24
B.                   Populasi dan Sampel...................................................................... 24
C.                   Pengumpulan Data........................................................................ 24

BAB IV ANALISA DATA............................................................................ 25

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.           Kesimpulan ................................................................................... 27
B.            Rekomendasi................................................................................. 27

LAMPIRAN – LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan Manifestasi Tridarma dari perguruan Tinggi yang secara resmi telah ditetapkan sebagai program yang wajib dilaksanakan bagi mahasiswa Starta Satu (S1) setelah memenuhi syarat-syarat KKN, selain itu KKN juga merupakan suatu kegiatan yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan Perguruan Tinggi tersebut khusunya Perguruan Tinggi IAIN Raden Intan Lampung.
Sasaran Program KKN adalah lapisan masyarakat menengah kebawah, untuk itu sudah pasti penempatan peserta KKN di daerah pedesaan, dan salah satu desa yang terpilih adalah kelurahan taman asri kecamatan Baradatu Kabupaten way kanan, yang merupakan desa tempat Tim penyusun melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Saat ini memasuki Era Globalisasi, di satu sisi manusia mengalami perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan yang mengagumkan, namun disisi lain muncul kecemasan-kecemasan sebagai dampak dari perubahan dan kemajuan tersebut. Informasi yang masuk ke dalam suatu negara tidak lagi terhalang oleh batas negara yang memiliki ragan budaya dan peradabannya masing-masing. Hal ini sejalan dengan pendapat Tilaar (1998), yang menyatakan bahwa kehidupan umat manusia dalam milinium yang baru mempunyai dimensi bukan hanya dimensi domestik, tetapi juga dimensi global.
Dimana aktivitas kehidupan sekarang demikian terbuka, dunia tanpa batas.
Di Era Globalisasi lebih-lebih memasuki Era Teknologi Informasi dan Komunikasi, banyak orang bingung dan ragu bagaimana ia harus menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Era ini berpengaruh dalam berbagai bidang, baik materiil, moril maupun spiritual. Berbagai pandangan juga mengalami perubahan, baik itu pandangan anak kecil, remaja, pemuda ataupun dewasa. Saat ini bukanlah keadaan yang serba enak yang bisa dihadapi dengan santai dan apatis, melainkan penuh tantangan dan masalah yang berkaitan dengan diri manusia dan lingkungannya.
Terkadang Era Globalisasi dituding sebagai sumber terjadinya dekadensi moral dan etika, kenakalan remaja, dan sebagainya. Meski tudingan itu tidak seluruhnya salah, dunia tidak dapat menutup mata bahwa hal-hal tersebut menantang manusia untuk menghadapinya, terutama hal-hal yang menyangkut kepribadian termasuk didalamnya moral dan etika.
           Penempatan Ketuhanan YME sebagai sila pertama menunjukan bahwa prinsip-prinsip Ketuhanan yang diwujudkan dalam bentuk ajaran-ajaran dan moral agama menjiwai empat sila yang lain.  Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 dengan tegas mengatakan : “ Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan!”.Moral Ketuhanan YME sebagai landasan moral Pancasila sama dengan moral agama karena keduanya mempunyai nilai moral yang bersifat universal. Namun demikian Pancasila bukanlah agama, tapi Pancasila tidak bertentangan dengan agama sepanjng moral Ketuhanan YME menjadi landasannya.
Dalam mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pembuatan peraturan dan undang-undang, maka moral Ketuhanan sebagai inti dari dasar negara itu seharusnya  juga menjiwai peraturan dan perundang-undangan tersebut. Bila di lihat secara kontekstual bahwa pancasila dengan agama merupakan bersinergi dalam membangun manusia yang modern seutuhnya dengan nilai-nilai fundamental agama,pancasila merupakan implementasi dari agama itu sendiri jadi dalam pengamalan nilai yang terkandung di dalam agama serta pancasila sudah mampu memfilterisasi arus globalisasi yang sifatnya negative serta mengancam kesatuan utuh NKRI.
Serta pengamalan nilai agama dan pancasila yang bersinergi dapat membuat karakter Bangsa.Terutama di kalangan anak SD sebagai tonggak penerus bangsa agar melahirkan pemimpin yang berkualitas.

SDN Taman asri merupakan salah satu SD yang siswa siswinya baru mengenal dan diperkenalkan nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai konkritisasi dari agama oleh Mahasiswa KKN IAIN RADEN INTAN LAMPUNG.Berdasarkan kenyataan dan tuntutan jaman peran keluarga (orang tua) sangat dibutuhkan dalam membentuk kepribadian anak bangsa dan menetralisir arus negative globalisasi dalam rangka mencetak SDM yang handal dan berwawasan agama menuju terwujudnya upaya penyiapan SDM yang kompetitif. Apalagi telah kita ketahui bahwa keluarga adalah sebagai pendidik pertama dan utama
Permasalahan
Sesuai dengan pernyataan bahwa peran guru (orang tua) sangat dibutuhkan dalam membentuk kepribadian anak bangsa dalam rangka mencetak SDM yang handal menuju terwujudnya upaya penyiapan SDM yang kompetitif. Hal ini terwujud jika wibawa orang tua menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan dalam Era Globalisasi dewasa ini. Namun, kenyataan di lapangan dalam era globalisasi dewasa ini bahwa wibawa orang tua telah terhempas/hilang yang mengakibatkan merosotnya nilai dan budaya yang ada yang menjadikan era globalisasi sebagai salah satu era kehancuran bangsa.
Wibawa (KBBI dalam Rosida, 2008) adalah sifat yang memperlihatkan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan daya tarik, seperti perintah orang tua di sekolah yakni guru  yang dituruti.
Serta bebas akses nya komunikasi anak menyulitkan orang tua untuk mengawasi buah hatinya dalam keadaan apapun,karena wibawa sebagai orang tua hampir sirna di karenakan kemauan anak harus serba di turuti.







B.     Fokus Masalah

Problem mendidik anak di era global ini adalah dalam menghadapi penyakit “manusia modern”. Di era modern seperti sekarang ini tantangan berbagai godaan menyelusup dan menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga melaui teknologi komunikasi dan informasi yang cukup canggih. Sejak kecil, anak-anak tanpa disadari telah dijejali dengan berbagai kebudayaan yang menyimpang dari norma-norma sosial dan agama melaui berbagai media.

Hal ini menjadikan peran pendidikan di sekolah maupun dalam keluarga tidak efektif lagi, seperti contoh kecil hilangnya wibawa orang tua dalam keluarga tersebut,serta peran  guru yang sebagai sentral pendidik di sekolah menjadi terabaikan.

              Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Zakiah Derajat (dalam Imam Mustofa .2008), perilaku manusia 83% dipengaruhi oleh apa yang dilihat, 11% oleh apa yang didengar, dan 6% sisanya oleh berbagai stimulus campuran. Dilihat dari perspektif ini, nasihat guru yang hanya memiliki efektivitas 11%, dan hanya contoh teladan guru saja yang memiliki efektivitas tinggi.















BAB II
KONDISI OBJEKTIF DESA BENGKULU REJO

PROFIL
KAMPUNG BENGKULU REJO

1. Kampung                            : Bengkulu Rejo
2. Nomor Kode                       : 009
3. Kecamatan                          : Gunung Labuhan
4. Kabupaten                           : Way Kanan
5. Propinsi                               : Lampung
6. Keadaan Data                     : Januari 2010 – Juni 2011.

A.    BIDANG PEMERINTAHAN

I.        UMUM

  1. Luas dan Batas wilayah :
a. Luas Kampung  : 1020. Ha
b. Batas Wilayah  :
      - Sebelah Utara Berbatasan deaangan Kampung Bengkulu
     - Sebelah Timur Berbatasan dengan Kampung Way Tuba
     - Sebelah Barat Berbatasan dengan Kampung Tiuh Balak
     - Sebelah selatan Berbatasan dengan Kampung Gunung Labuhan
2.  Kondisi Geografis :
a. Ketinggian Tanah dari Permukaan Laut           : 3000 M
b. Banyak nya curah Hujan                                   : 247.858.833 Mm/th
c. Topografi (Dataran rendah,tinggi dll )              : Dataran
d. Suhu Udara rata-rata                                        : 36  C



3.      Orbitasi (Jarak dari Pusat Pemerintahan Kampung )
a. Jarak dari pusat Pemerintahan Kecamatan        : 3,5     Km
b. Jarak dari Ibukota Kabupaten                           : 45      Km
c. Jarak dari Ibukota Propinsi                               : 185    Km
d. Jarak dari Ibukota Negara                                            : 370    Km
II.     PERTANAHAN
  1. Status
a. Sertifikat Hak Milik                                          :           Buah    Ha
b. Sertifikat Hak Guna Usaha                               :           Buah    Ha
c. Sertifikat Hak Guna Bangunan                         :           Buah    Ha
d. Sertifikat Hak Pakai                                         :           Buah    Ha
e. Tanah Kas Desa/Kampung                               
      1. Tanah Bengkok                                           :                       Ha
     2. Tanah Titisora                                              :                       Ha
     3. Tanah Pangonan                                           :                       Ha
     4. Tanah Desa/Kampung Lain nya                   : 380.M3.(tanah Kantor Kampung)
f. Tanah Sertifikat                                                 :           Buah    Ha
g. Tanah Bersertifikat Melalui Prona                    :           Buah    Ha
h. Tanah yang Belum bersertifikat                        :           Buah    Ha

  1. Peruntukan
a. Jalan                                                                  : 10      Km
b. Sawah dan Ladang                                           : 382    Ha
c. Bangunan Umum                                              : 150    Ha
d. Empang                                                             :           Ha
e. Pemukiman / Perumahan                                   : 158    Ha
f. Jalur Hijau                                                         :           Ha
g. Perkuburan                                                        : 1        Ha
h. Lain-Lain                                                          : 324    Ha


  1. Penggunaan
a. Industri                                                              :           Ha
b. Pertokoan/Perdagangan/warung                       :           Ha
c. Perkantoran                                                       :           Ha
d. Tanah Hibah                                                     :           Ha
e. Tanah wakaf                                                      :           Ha
f. Tanah sawah                                                      : 75      Ha
    1. Irigasi tekhnis                                                :           Ha
    2. Irigasi setengah tekhnis                                 :           Ha
    3. Irigasi sederhana                                           :           Ha
    4. Irigasi tadah Hujan                                       :           Ha
    5. sawah Pasang Surut                                      : 75      Ha
g. Tanah Kering                                                   
    1. Pekarangan                                                    : 158    Ha
    2. Peladangan                                                    : 217    Ha
    3. Tegalan                                                          : 90      Ha
    4. Perkeburan Negara                                        :           Ha
    5. Perkebunan swasta                                        :           Ha
    6. Perkebunan Rakyat                                       : 330    Ha
    7. Tempat Rekreasi                                           :           Ha
h. Tanah yang Belum di Kelola
    1. Hutan                                                                        :           Ha
    2. Rawa                                                             :           Ha
    3. Lain – Lain                                                    :           Ha

III.    KEPENDUDUKAN

  1. Jumlah Penduduk Menurut
  1. Jenis Kelamin
1. Laki – Laki                                                  : 880    Orang
2. Perempuan                                                  : 878    Orang
3. Jumlah seluruh nya                                      : 1758  Orang
b. Kepala Keluarga.          ( KK )                          : 412    KK
c. Kwarganegaraan
 1.    WNI. (Warga Negara Indonesia )
         -   Laki – Laki                                              : 880    Orang
         -   Perempuan                                               : 878    Orang
         -   Jumlah seluruh nya                                  : 1758  Orang
 2.    WNA/Keturunan (Warga Negara Asing)
         -   Laki – Laki                                              :           Orang
         -   Perempuan                                               :           Orang
         -   jumlah seluruh nya                                   :           Orang
2.  Jumlah Penduduk Menurut Agama/Penghayatan terhadap Tuhan YME
a.   Islam                                                                : 1758  Orang
b.   Kristen                                                                        :           Orang
c.  Hindu                                                               :           Orang
d.  Budha                                                              :           Orang

3.  Jumlah penduduk Menurut Usia
  1. Kelompok Pendidikan
1. 00 – 06 Tahun                                             : 90      Orang
2. 07 – 12 Tahun                                             : 285    Orang
3. 13 – 18 Tahun                                             : 154    Orang
4. 19 tahun ke atas                                          : 314    Orang
b. Kelompok Tenaga Kerja.
1. 10 – 19 Tahun                                             : 361    Orang
2. 20 – 56 Tahun                                             : 452    Orang
3. 57 tahun ke atas                                          : 102    Orang
4        Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
a.     Lulusan Pendidikan Umum.
1.      Taman Kanak – Kanak                               : 20      Orang
2.      Sekolah Dasar                                             : 220    Orang
3.      SMP / SLTP                                                : 128    Orang
4.      SMA  / SLTA                                             : 62      Orang
5.      Akademi ( D1 – D3 )                                  : 4        Orang
6.      Sarjana ( S1 – S3 )                                      : 3        Orang
b.    Lulusan Pendidikan Khusus              
1.      Pondok Pesantren                                       :           Orang
2.      Madrasah                                                    :           Orang
3.      Pendidikan Keagamaan                              :           Orang
4.      Kursus / ketrampilan                                   :           Orang
5.      Lain – Lain                                                 :           Orang

5        Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
a.     Karyawan.
1.      Pegaawai Negerai Sipil                               : 8        Orang
2.      TNI – POLRI                                             :           Orang
3.      Swasta                                                        :           Orang
b.    Wiraswasta / Pedagang                                   : 7        Orang
c.     Tani                                                                 : 460    Orang
d.    Pertukangan                                                    : 14      Orang
e.     Pensiunan                                                        :           Orang
f.     Nelayan                                                           :           Orang
g.    Pemulung                                                        :           Orang
h.    Jasa                                                                  :           Orang

6        Jumlah Penduduk Menurut Mobilitas / mutasi Penduduk
a.        Lahir
1.      Laki – Laki                                                : 7        Orang
2.      Perempuan                                                            : 8        Orang
3.      Jumlah Seluruh nya                                   : 15      Orang
b.      Mati
1.      Laki – Laki                                                : 2        Orang
2.      Perempuan                                                            : 1        Orang
3.      Jumlah Seluruh nya                                   : 3        Orang
c.       Datang
1.      Laki – Laki                                                :           Orang
2.      Perempuan                                                            :           Orang
3.      Jumlah Seluruh nya                                   :           Orang
d.      Pindah
1.      Laki – Laki                                                :           Orang
2.      Perempuan                                                            :           Orang
3.      Jumlah Seluruh nya                                   :           Orang

IV.    JUMLAH PERANGKAT KAMPUNG
a.       Kepala Kampung                                             : 1        Orang
b.      Sekretaris Kampung                                         : 1        Orang
c.       Kaur / Staf                                                        : 3        Orang
d.      Kepala Dusun                                                   : 5        Orang
e.       Ketua Rt                                                           : 5        Orang

V.     PEMBINAAN RW / RT
    1. a. Jumlah RW / Dusun                                        : 5        Unit
        b. Jumlah Rt                                                        : 5        Unit
    2. Jumlah Pengurus RW/Dusun dan Rt                  : 10      Orang

VI.   JUMLAH PELAYANAN MASYARAKAT

1.      Pelayanan Umum                                             :           Orang
2.      Pelayanan Kependudukan                               :           Orang
3.      Pelayanan Legalisasi                                        :           Orang

VII.  PAJAK / RETRIBUSI
1.      Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB )
a.       Jumlah Wajip Pajak                                    : 898    Orang
b.      Jumlah SPPT                                              : 898    Orang
c.       Jumlah Ketetapan                                       : Rp.5.885.158
d.      Jumlah Realisasi                                         : Rp.5.885.158
VIII. LEMBAGA MUSYAWARAH DESA/KAMPUNG (LMK)/BADAN PERMUSYAWARATAN KAMPUNG ( BPK )
1.      Jumlah Anggota BPK                                      : 5        Orang
2.      Tanggal bulan dan tahun Pembentukan           :

IX.  KEUANGAN DAN S UMBER – SUMBER  PENDAPATAN KAMPUNG
1.      Keuangan
a.       Sisa Anggaran tahun Lalu                          : RP.
b.      Penerimaan Anggaran Rutin                      : Rp.
c.       Pengeluaran Anggaran Rutin                     : Rp.
d.      Penerimaan Anggaran Pembangunan         : Rp.
e.       Penyetoran Anggaran Pembangunan         : Rp.
2.      Sumber Pendapatan Asli Kampung
a.       Tanah Kas Kampung                                  : Rp.
b.      Pasar Desa / Kampung                               : Rp.
c.       Pungutan Kampung                                   : Rp.
d.      Swadaya Masyarakat                                 : RP.
e.       Hasil Gotong Royong                                : RP.
f.       Lain – Lain                                                 : Rp.
Jumlah Selurun nya                                 : Rp.
3.      Bantuan Pemerintah
a.       Pemerintah Pusat                                        : Rp.
b.      Pemerintah Propinsi                                   : RP.
c.       Pemerintah Kabupaten                               : Rp.35.000.000,-
Jumlah Seluruh nya                                 : Rp.35.000.000,-

X.    KEAMANAN  KAMPUNG
1.  Pembinaan Hansip / Linmas
 a. Jumlah Anggota                                           
    1. Laki – Laki                                                : 8        Orang
    2. Perempuan                                                 :           Orang
b. Alat Pemadam Kebakaran                             :           Unit
c. Jumlah Hansip / Linmas Terlatih                   : 8        Orang
2.  Ketentraman dan Ketertiban
    a. Jumlah Kejadian Kriminal                              :           Kali
    b. Jumlah Bencana Alam                                    :           Kali
    c. Jumlah Operasi Penertiban                             :           Kali
    d. Jumlah Penyuluhan                                        : 2        Kali
    e. Jumlah Poskamling                                         : 5        Unit
    f. Jumlah Kenakalan Remaja                              :           Kali
    g. Jumlah Peronda Kampung                             : 210    Orang
    h. Jumlah SATPAM                                           :           Orang
3.  Ideologi dan Politik                
a. Organisasi Sosial dan Kemasyarakatan         :                      
1. Jumlah Organisasi Sosial                          :           Kelompok
2.Jumlah Organisasi Kemasyarakatan          : 1        Kelompok
3.Jumlah Partai Politik yang Masuk             : 7        Parpol
4. Jumlah Pengajian Ibu – Ibu                      : 2        Kelompok
5. Jumlah Tokoh Masyarakat dan Politik     : 7        Orang
b. Pemilihan Umum Tahun                                : 2010
1. Jumlah Pemilih                                          : 947    Orang
2. Jumlah TPS                                               : 3        Lokasi

B.       BIDANG  PEMBANGUNAN

I    A G A M A
      Sarana Peribadatan
a.   Jumlah Masjid                                               : 3        Buah
b.  Jumlah Mushola                                            : 3        Buah
c.   Jumlah Gereja                                               :           Buah
d.  Jumlah Vihara                                               :           Buah
e.   Jumlah Pure                                                   :           Buah
II   KESEHATAN
a.   Puskeasmas                                                   :
b.  Pustu                                                             :
c.   Poskesdes                                                      : 2        Pos
d.  Posyandu                                                      : 2        Pos
e.  Bina Keluarga Balita (BKB)                          : 1        Pos
f.  Pos Sayang Ibu ( PSI )                                   : 1        Pos
 Posyandu  Lanjut Usia ( PLU )                        : 1        Pos
g.  Puskesmas Keliling ( PUSLING )                :
h.  Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD)          :           Pos
i.    Kelompok Peduli Kesehatan Ibu & Anak    :           Pos
( KP-KIA)

III.   PENDIDIKAN
a.   Pendidikan Umum


Jenis Pendidikan
NEGERI
SWASTA
Gedung
Guru
Murid
Gedung
Guru
Murid
Buah
Orang
Orang
Buah
Orang
Orang
1.Kelompok bermain






2.PAUD






3.Taman Kanak-Kanak




3
15
4.Sekolah Dasar
1
8
221



5.SLTP






6.SLTA









b.      Pendidikan Kursus
   
           Jenis Pendidikan
Gedung
Guru
Murid
Buah
Orang
Orang
1.Pondok Pesantren
           -
          -
              -
2.Madrasah
           -
          -
              -
3.Sekolah Luar biasa
           -
          -
              -
4.Sarana Pendidikan Luar Seklh
           -
          -
              -

IV.    SARANA OLAH RAGA / KEASENIAN /KEBUDAYAAN DAN SOSIAL
a.       Olah Raga
1.      Lapangan Sepak Bola                : 1        Lokasi
2.      Lapangan Volly Ball                 : 2        Lokasi
3.      Lapangan Bulu Tangis               : 1        Lokasi
4.      Lapangan Tenis Meja                : 1        Unit
5.      Lapangan Basket                       : -
b.      Kesenian
1.      Gitar Tunggal                            :           Tempat
2.      Pencak Silat                               :           Tempat

c.       Kebudayaan
1.      Perkawinan                                :           ada
2.      Kelahiran                                   :           ada
3.      Pembukaan Lahan Baru                        :           ada
4.      Suro,an / Muharam                    :           ada
5.      Pengambilan Adok                                            ada

V.   PRASARANA PERHUBUNGAN
a.  Jalan
1. Dusun / Lingkungan                     : 6        Km
2. Kampung                                      : 4        Km
3. Ekonomi                                       :
4. Protokol                                        :
5. Kabupaten                                                : 45      Km
6. Propinsi                                         : 185    Km
7. Negara                                          : 370    Km
b.  Jembatan
1. Jembatan Beton                            : 1        Buah
2. Jembatan  Besi                              :           Buah
3. Jembatan Kayu                             :           Buah
c.  Terminal / Halte
VI.  KOMUNIKASI
a.        Pemancar
1.      Telkom                                       :           Unit
2.      Indosat                                      :           Unit
3.      M. Tri                                         :           Unit
4.      Smart                                         :           Unit
b.       Elektronik
1.      Pemilik Handpone                     : 325    Buah
2.      Pemilik Telepone Rumah           : 2        Buah
3.      Pemilik Pesawat Televisi           : 162    Buah
4.      Pemilik radio                             : 97      Buah
5.      Pemilik Antena ParaBola          : 46      Buah
6.      HT / Kontek                              :           Buah
VII.  ALAT  TRANSPORTASI
a.        Transportasi Darat
1.      Sepeda                                       : 20      Buah
2.      Gerobak                                     :           Buah
3.      Becak                                         :           Buah
4.      Sepeda motor                            : 97      Buah
5.      Mikrolet                                     : 1        Unit
6.      Mini Bus                                    :           Unit
7.      Mobil Pribadi                             : 3        Unit
8.      Truck                                         : 3        Unit
9.      Lain – Lain                                :           Unit
VIII.  PARIWISATA
1.      Tempat Rekreasi                              :           Lokasi
2.      Arum Jeram / Curup                        :           Lokasi
3.      Losmen                                            :                      
4.      Restoran     
IX.   PENGAIRAN
1.      Waduk / Cekdam                            : Luas  Ha       Buah
2.      Saluran Irigasi                                  : Meter
3.      Gorong – Gorong                            : 12      Buah
4.      Pompa Air                                       :           Buah
5.      PDAM                                             :           Unit
6.      Pembagi Air / Pintu air                    :           Buah
7.      Kiincir Air                                       :           Buah

X.     PERTANIAN
a.  Padi  dan Palawija                                       
1. Padi                                               : 30      Ha  3   Ton
2. Jagung                                           : 40      Ha  4   Ton
3. Singkong                                       : 2        Ha 15  Ton
4. Kacang Tanah                               :           Ha       Ton
5. Ubi Jalar                                        :           Ha       Ton
6. Kedelai                                         :           Ha       Ton

b.      Sayur Mayur
1.      Cabe                                            :           Ha       Ton
2.      Tomat                                          :           Ha       Ton
3.      Kacang Panjang                          :           Ha       Ton
4.      Terong                                         :           Ha       Ton
5.      Ketimun                                      :           Ha       Ton
6.      Lain – Lain                                 :           Ha       Ton
c.       Buah – Buahan
1.      Pisang                                         : 8        Ha       Ton
2.      Pepaya                                        :           Ha       Ton
3.      Jeruk                                           :           Ha       Ton
4.      Semangka                                   :           Ha       Ton
5.      Mangga                                       :           Ha       Ton
6.      Durian                                         : 2        Ha       Ton
7.      Duku                                           : 3        Ha       Ton
8.      Jambu                                          :           Ha       Ton
9.      Rambutan                                   :           Ha       Ton
10.  Sirsak                                          :           Ha       Ton
11.  Belimbing                                   :           Ha       Ton
12.  Kedondong                                 :           Ha       Ton
13.  Alpokat                                       :           Ha       Ton
14.  Lain – Lain                                 :           Ha       Ton
XI.   PERKEBUNAN
1.      Kelapa                                             : 1        Ha       Ton
2.      Kopi                                                 : 25      Ha       Ton
3.      Teh                                                   :           Ha       Ton
4.      Kakao                                              : 15      Ha       Ton
5.      Sawit                                               : 40      Ha       Ton
6.      Karet                                                : 35      Ha       Ton
7.      Lada                                                            : 40      Ha       Ton
8.      Cengkeh                                          :           Ha       Ton
9.      Tembakau                                        :           Ha       Ton
10.   Lain – Lain                                     :           Ha       Ton
XII.  PERTAMANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
a.       Taman                                              :           Ha
b.      Kebersihan
1.      Lokasi Pembuangan Sampah     :           Biah
2.      Volume Sampah                        :           M3
3.      Saluran Got                               : 200    Meter

XIII. PERIKANAN
1.      Empang / Kolam                              :           Ha       Ton
2.      Danau                                              :           Ha       Ton
3.      Waduk / Dam                                  :           Ha       Ton
4.      Sawah                                              :           Ha       Ton

XIV. PETERNAKAN
a.       Ternak Kecil
1.      Ayam Kampung                        : 250    Ekor
2.      Ayam Ras / Putih                      : 560    Ekor
3.      Itik                                             : 80      Ekor
4.      Bebek                                        : 150    Ekor
5.      Entok                                         : 43      Ekor

b.      Ternak Besar
1.      Kambing                                    : 225    Ekor
2.      Domba                                       :           Ekor
3.      Sapi                                            : 3        Ekor
4.      Kerbau                                       :           Ekor
5.      Kuda                                          :           Ekor
6.      Lain – Lain                                :           Ekor
XV.  KEHUTANAN
1.      Luas                                                 :           Ha
2.      Jenis Tanaman Hutan                                             
a.       Kayu  Jati                                  :           Ha
b.      Kayu Meranti                            :           Ha
c.       Kayu Hitam ( Eboni )                :           Ha
d.      Kayu Besi                                  :           Ha
e.       Kayu Kemper                            :           Ha
f.       Kayu Akasia                              :           Ha
g.      Kayu Mahoni                             :           Ha
h.      Kayu cemara                              :           Ha
i.        Kayu Lontorogong                    :           Ha
j.        Kayu Enau                                 :           Ha
k.      Kayu Randu                              :           Ha
l.        Rotan                                         :           Ha

XVI. PERTAMBANGAN BAHAN GALIAN
1.      Pasir                                                 :           M3
2.      Batu Gunung                                   :           M3
3.      Batu Kali                                         :           M3
4.      Batu Bangunan / Cadas                   :           M3
5.      Lain – Lain                                      :           M3
XVII.  PERDAGANGAN / JASA
a.       Perdagangan
1.      Pasar Lingkungan                      :           Buah
2.      Toko                                          :           Buah
3.      Warung                                      : 7        Buah
4.      Kios /Depot                               :           Buah
b.      Jasa                                                  : 69      Orang

XVIII.  PERKOPERASIAN
1.      Koperasi Simpan Pinjam                 :           Buah
2.      KUD                                                :           Buah
3.      Lumbung  Desa                               :           Buah
4.      Usaha Ekonomi Desa / Kampung   :           Buah
5.      Kelompok Tani                                : 6        Buah
6.      Kelompok Arisan                            : 2        Buah

XIX.  JENIS KOMPLEK PEMUKIMAN
a.       Perumahan
1.      Rumah Permanent                     : 35      Unit
2.      Rumah Semi Permanent            : 157    Unit
3.      Rumah Non Permanent             : 220    Unit

XX.  JUMLAH PROYEK DI KAMPUNG YANG DI BIAYAI OLEH
1.      Swadaya Masyarakat                      :           Buah, Nilai Rp.
2.      Kabupaten                                       : 1        Buah, Nilai Rp.4.250.000,-
3.      Propinsi                                            :           Buah, Nilai Rp.
4.      Bantuan Gubernur                           :           Buah, Nilai Rp.
5.      Bantyuan Presiden                          :           Buah, Nilai Rp.

XXI. KEJUARAAN LOMBA DESA /KAMPUNG  YANG PERNAH DI DAPAT
1.      Tingkat Kecamatan                         : Juara  Tahun
2.      Tingkat Kabupaten                          : Juara  Tahun
3.      Tingkat Propinsi                              : Juara  Tahun
4.      Tingkat Nasional                             : Juara  Tahun

XXII. KELEMBAGAAN KAMPUNG
1.      Jumlah Pengurus   BPK                               : 5        Orang
2.      Jumlah Pengurus   LMK                              : 10      Orang
3.      Jumlah Kader Pembangunan Kampung      : 2        Orang
4.      PKK
a.       Jumlah Tim Penggerak  PKK                : 6        Orang
b.      Jumlah Kader PKK                               : 4        Orang
c.       Jumlah Kader Kesehatan                       : 13      Orang

C.        BIDANG  KEMASYARAKATAN
I.     KEAGAMAAN
a.  Majelis Ta’lim                                               : 1        Kelompok.   40  anggota
b.  Remaja Masjid                                              : 2      Kelompok.   60  anggota
II.   OLAH  RAGA
1.      Sepak Bola                                                  :           Kesebelasan
2.      Volly Ball                                                    : 2        Club
3.      Bulu Tangkis                                               : 2        Club
4.      Tenis Meja                                                  : 1         Club
5.      Pecatur                                                         : 12      Orang
III.  KESEHATAN
1.      Balai Kesehatan Ibu dan Anak                   :           Buah
2.      Pos Klilnik / KB                                          :           Buah
-          Jumlah Pasien bulan                              : 6        Orang
-          Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS)      : 160    Orang
-          Jumlah  KB  Aktif                                 : 160    Orang
-          Jumlah Akseptor KB satu tahun yang Menggunakan:
a.       Pil                                                    : 98      Orang
b.      IUD                                                 :           Orang
c.       Suntik                                              :  45     Orang
d.      Kondom                                          :           Orang
e.       MOP                                                : 2        Orang
f.       MOW                                                          :           Orang
g.      Susuk                                               : 15      Orang
h.      KB  Mandiri                                                :           Orang

3.      Posyandu                                                     : 2        Buah
-          Jumlah Pasien bulan                              : 45      Orang
4.      Puskesmas
-          Jumlah Puskesmas                                 :           Buah
-          Jumlah Tenaga Dokter                           :           Orang
-          Jumlah Tenaga Perawat                         :           Orang
-          Jumlah Tenaga Bidan                            : 1        Orang
5.      Puskesmas Pembantu
-          Jumlah puskesmas Pembantu                :           Buah
-          Jumlah Tenaga Dokter                           :           Orang
-          Jumlah Tenaga Perawat                         :           Orang
-          Jumlah Tenaga Bidan                            :           Orang
6.      Dukun Bayi                                                 : 2        Orang
7.      Tukang khitan / sunat                                  :           Orang
8.      Tukang Urut /Patah Tulang/para Normal    :           Orang

IV.  KESENIAN  /  KEBUDAYAAN
1.      Orkes Melayu                                              : Perkumpulan
2.      Kesenian Daerah                                         : Perkumpulan
3.      Band                                                                        : Perkumpulan
4.      Qasidah                                                       : Perkumpulan
5.      Wayang Golek / Kulit / Orang                    : Perkumpulan
6.      Pencak Silat                                                 : Perkumpulan
7.      Robana                                                        : Perkumpulan
V.   ORGANISASI   SOSIAL
1.  IK  PSM                                                       : 1 Perkumpulan  25  Anggota
2. Karang Taruna                                               : 2 Perkumpulan  40  Anggota
3. Pramuka                                                         :    Perkumpulan        Anggota
4. Risma                                                             : 2 Perkumpulan  30  Anggota
5. Rukun Kematian                                           : 2 Perkumpulan 140Anggota
6. KUBE(Kelmp Usaha Bersama)                    :11Kelompok 185  anggota

D.KEADAAN AWAL BIDANG GARAPAN

1)      Bidang Mental Spritual
Desa bengkulu rejo merupakan desa yang penduduknnya mayoritas beragama Islam. Apabila dipersentasekan kira-kira 100% penduduk bengkulu rejo menganut agama Islam. Meskipun penduduknya mayoritas menganut agama Islam, akan tetapi nilai-nilai Islam yang terdapat di desa tersebut sangatlah kurang, hal ini di karenakan minimnya tokoh agama yang ada di desa bengkulu rejo ini. Minimnya tokoh agama di desa bengkulu rejo ini ini merupakan suatu masalah yang sangat urgen, dan berdampak pada mental spritual masyarakat didesa tersebut.
Selain minimnya tokoh-tokoh agama, terdapat pula masalah lain, yaitu kurangnya antusias tokoh-tokoh agama dalam membina anak-anak dan para pemuda, dan juga peran orang tua yang kurang dapat menuntun anak-anaknya untuk beribadah karena kesibukan mereka yang bekerja sebagai petani sehingga waktu mereka banyak tersita di kebun dari pada dirumah untuk memberi pengarahan tentang pentingnya beibadah, padahal anak-anak dan pemuda/i merupakan regenerasi tokoh-tokoh agama di desa tersebut.
Namun tidak semua tokoh agama pasif dalam menuntun dan membina anak-anak dan pemuda/i di desa itu, sebagian tokoh agama ada yang berantusias dalam membina anak-anak dan pemuda/i tesebut mengenai keagamaan khususnya. Hal ini bisa terlihat dari adannya TPA-TPA yang hingga sekarang masih berjalan kegiatan belajar mengajarnya walaupun pada kenyataannya belum terealisasi  dengan baik. Selain itu berjalan pula pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu, serta Risma yang tentunya dibina oleh beberapa tokoh agama yang bertempat tinggal didesa tersebut , dan didasari oleh keinginan-keinginan masyarakatnya. Akan tetapi kegiatan tersebut disebagian tempat telah berhenti total sehingga membuat Tim KKN di desa bengkulu rejo ini membentuk kembali kegiatan-kegiatan yang telah mati tesebut seperti tidak adanya pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu, serta Risma, dan masyarakat pun menerima dengan sangat senang atas terbentuknya kembali kegiatan-kegiatan keagamaan itu.
Kendati demikian, hal itu merupakan indikasi bahwa masyarakat Karya Tunggal masih sangat peduli terhadap agama Islam hal ini terlihat dari antusias masyarakat yang langsung menerima dengan suka cita atas hidupnya kembali kegiatan tersebut. Minimnya tokoh-tokoh agama di desa tersebutlah yang menjadikan mereka susah untuk mengetahui Islam dengan baik.

2)      Bidang Lintas Sektoral
Kondisi bidang Lintas Sektoral di desa bengkulu rejo berdasarkan hasil observasi selama KKN diantarannya :
A.    Bidang Sarana Fisik
A.    Kurangnya pemiliharaan Masjid dan Mushola
B.     Masih kurangnya sarana transportasi yang menuju ke tiap-tiap dusun
C.     Tidak adanya plang jalan disetiap dusun
D.    Plang Kadus dan masjid belum ada
E.     Tempat wudhu masjid kurang terawat
F.      Belum bagusnya jalan yang menghubungkan antara dusun, desa dan kecamatan
G.    Kurangnya Air Bersih

B.     Bidang Sosial Budaya dan Kesehatan
          a.   Sosial Budaya
-          Kurangnya kekompakan para pemuda
-          Kurangnya kegiatan gotong royong yang mengakibatkan tidak efisiennya kegiatan sosial tersebut
b.      Bidang Kesehatan
-          Minimnya tenaga medis
-          Kurangnya penyuluhan tentang hidup sehat.




BAB III
METODOLOGI
  1. Jenis dan Sifat Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yang bersifat field research atau penelitian lapangan yaitu penelitian yang dilakukan langsung kelapangan atau terjun langsung kemasyarakat Kelurahan Taman asri khusunya SDN taman asri untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan .
Dan penulis juga melakukan pendekatan-pendekatan kepada para tokoh Guru-guru, masyarakat, dan aparatur desa.
Dalam metode pendekatan ini penulis menggunakan beberapa pendekatan antara lain :
a.       Pendekatan Sosiologis
Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi siswa siswi SDN Bengkulu Rejo sehari-hari.
b.      Pendekatan Psikologis.
Pendekatan ini bertujuan untuk melihat kondisi yang menjadi objek penelitian.
  1. Populasi dan Sampel
Adapun populasi dan sampel yang dijadikan penelitian ini adalah seluruh siswa siswi SDN Taman Asri
  1. Pengumpulan Data
Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu denagan observasi langsung ke siswa siswi SDN Taman Asri, kemudian penulis juga menggunakan metode wawancara dengan para Guru-guru Dan Kepala Sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, dan dalam pengumpulan data ini ada beberapa sumber data yang penulis kumpulkan yaitu :
  1. Data yang bersifat primer yaitu suatu data yang dipeoleh penulis dari sumber-sumber yang terpercaya
  2. Data yang bersifat sekunder yaitu data diperoleh penulis dari arsip-arsip dan dokumentasi-dokumentasi Kelurahan Taman Asri
Interview meruapakan suatu cara pengumpulan data melalui proses wawancara terhadap orang yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.
Salah satu metode pengumpulan data ialah dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada narasumber
Interview yang dilakukan adalah meliputi proses wawancara pada narasumber dan pengikut yang dilakukan selama penulis melakukan Kuliah Kerja Nyata


BAB IV
ANALISA DATA

Setelah data-data yang diperlukan didapat dan terkumpul kemudian penulis analisis agar dapat tersusun secara rapih dan sistematis, Dalam analisis ini penulis merujuk pada buku-buku yang berkaitan sinergi moral agama dengan pancasila.

Pada dasarnya konsep globalisasi yang dirancang oleh Barat adalah upaya untuk mengkonsolidasikan segala kekuatan: ekonomi, politik, militer dan pertahanan dalam satu sentral, yang telah dirancang dan berjalan cukup lama sejak berakhirnya Perang Dunia II dimana telah terjadi suatu titik balik dalam masalah-masalah global, yang bertujuan membawa bangsa-bangsa di dunia ke dalam suatu sistem dengan aturan-aturan dan norma-norma yang disepakati bersama bagi keamanan bangsa/collective scurity.

            Richard Hibart (dalam Jam’iah Al-Islah Al-Iktima’I, 2002: 15) menyatakan bahwa Globalisasi merupakan sesuatu yang sudah menjadi tradisi kita atas dunia ketiga, dan untuk beberapa kurun waktu kita menamai dengan Imperialisme. Era ini juga ditandai oleh dua proses sosial yang paradoks yaitu proses homologisasi dan proses paralogisasi dengan semakin menguatnya keasatuan (increasing of unity) disatu pihak namun dipihak lain juga terjadi penguatan perbedaan (increasing of diversity).
Hal ini akan berdampak pada kehidupan keluarga (rumah tangga), agama, dan sebagainya.

Dari uraian di atas, saya menyimpulkan dari berbagai sumber bacaan bahwa hal ini dapat diatasi dengan “membentuk kepribadian anak ”, menjadikan peran guru sebagai sosok yang harus ditauladani.

Sekolah merupakan fondasi bagi berkembang majunya masyarakat. Lingkungan sekolah membutuhkan perhatian yang serius agar selalu eksis kapan dan dimanapun. Perhatian ini dimulai sejak pra pembentukan karakter anak sejak usia dini lembaga pendidikan sebagai dinamisator dalam kehidupan, sehingga betul-betul menjadi tiang penyengga masyarakat. Karakter anak tidak terjadi begitu saja, akan tetapi ditopang oleh pilarpilar yang kokoh yang memerlukan perjuangan dan butuh waktu dan pengorbanan. Sekolah merupakan subsistem dari sistem sosial (social system) menurut Al-Quran, dan bukan “bangunan” yang berdiri di atas lahan yang kosong layaknya keluarga.

            Problem paling berat membangun karakter anak yang sesuai moral agama di era global ini adalah dalam menghadapi penyakit “manusia modern”. Di era modern seperti sekarang ini tantangan berbagai godaan menyelusup dan menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga melaui teknologi komunikasi dan informasi yang cukup canggih. Sejak kecil, anak-anak tanpa disadari telah dijejali dengan berbagai kebudayaan yang menyimpang dari norma-norma sosial dan agama melaui berbagai media. Hal ini menjadikan peran pendidikan dalam keluarga dan sekolah tidak efektif lagi, seperti contoh kecil hilangnya wibawa orang tua(guru) dalam pendidik tersebut.

            Tantangan berat yang dihadapi para pendidik (orang tua ataupun guru ) pada era sekarang ini adalah masalah mempertahankan tata nilai yang dianggap baik (zaman dulu) untuk diteruskan kepada anak bangsa yang menjadi peserta didiknya, salah satunya dengan cara menjadi guru yang berwibawa.
Menjadi guru yang wibawa, selalu didengar, dan dituruti oleh anak didik memang kadang sulit. Semua guru ingin anak didiknya menjadi anak yang penurut, akan tetapi justru tindakan merekalah baik yang sadar maupun yang tidak sadar yang membuat sang anak menjadi tidak penurut. Salah satu penyebab anak tidak penurut adalah “wibawa” guru yang kurang, bahkan tidak ada sama sekali.

Landasan yang cocok dalam mengajar di sekolah adalah ajaran agama (agama Islam) agar moral anak dapat di bangun dan menjadi bekal di waktu yang akan datang. Dalam waktu bersamaan, agar mampu menjawab tantangan. Untuk itu beberapa hal di bawah iniperlu diperhatikan:

1. Menumbuhkan kesadaran kembali tantang tujuan hidup menurut agama.
2. Mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat di dunia, baik formalitas administrasi sesuai ketentuan yang ada di dunia maupun konsekuensi akhirat kelak.
Sedangkan untuk dapat berperan aktif dalam proses globalisasi dan proses kompetisi, salah satu hal yang harus dilakukan adalah kajian ulang terhadap pemaknaan ulang ajaran agama yang mancakup kajian manusia sebagai individu, artinya bagaimana menjadikan Islam sebagai ruh bagi setiap individu yang memeluknya untuk dapat mampu bersaing menghadapi kompetisi globalisasi ini.

            Untuk menghadapi tantangan zaman dan arus globalisasi, apabila nilai-nilai agama dan dasar makna falsafi pancasila yang terkandung di dalam teks-teks agama dan ideology Bangsa dijadikan dasar, maka niscaya kehidupan keluarga akan dapat bertahan. Selain itu yang harus dilakukan adalah mempertahankan prinsip-prinsip dan nilai moral yang ada dalam masyarakat. Apabila prinsip dan nilai ini hidup maka perubahan apapun yang terjadi tidak akan mampu mengendalikan masyarakat, karena di dalam dirinya sudah tertanam prinsip dan nilai tadi.







BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.    Kesimpulan

Era Globalisasi yang datang seiring dengan bergulirnya waktu membawa dampak yang sangat signifikan dalam kehidupan keluarga,sekolah, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif seperti mudahnya mendapatkan informasi baik tentang politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan bahkan sumber tentang agama serta mudahnya akses mobilitas. Sedangkan dampak negatif globalisasi antara lain pudarnya nilai-nilai kebudayaan local, dekadensi moral, perubahan gaya hidup (life style) yang mempengaruhi perilaku individu-individu anggota keluarga dan bahkan menghilangkan kesakralan relasi antarsesama masyarakat, seperti hilangnya wibawa guru sebagai pendidik utama di sekolah, dan sebagainya. Dengan kata lain bahwa kemajuan teknologi dan masuknya pengaruh budaya luar ikut memicu perubahan dan pergeseran moral dan akhlak generasi muda.

            Hendaknya bagi pendidk (Orang tua, Guru, Pemerintah) benar-benar memperhatikan fungsinya sebagai pemimpin dimuka bumi ini. Terutama Orang tua dan harus benar-benar menanamkan dan menerapakan landasan dan ajaran agama dalam sekolah. Dan untuk generasi muda harus lebih hati-hati dalam menyeleksi apa yang dibutuhkan/diambil dan apa yang dibuang dalam menghadapi kehidupan saat sekarang ini (Era Globalisasi).







B.     Rekomendasi
Berdasarkan uraian diatas maka untuk kemajuan moral agama yang sesuai dengan maksud dari Ideologi negara pada anak-anak  Taman Asri di masa yang akan datang penulis memiliki beberapa saran yang diajukan sebagai rekomendasi yaitu :
1.      Hendaknya masyarakat Kelurahan Taman Asri harus lebih meningkatkan kualitas pendidikan agama sebagai upaya untuk memberantas degradasi moral.
2.      Hendaknya aparat pemerintah Kelurahan Taman Asri harus lebih peduli dengan dengan pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
3.      Hendaknya para orang tua  skhususnya para guru ,tokah agama harus selalu saling memotivasi anak didik dalam menjelaskan pendidikan  yang benar, agar masyarakat terhindar dekadensi moral.